Templates by BIGtheme NET
Rumah » Kegiatan » FKPT Kaltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Terorisme di Tarakan
Sosialisasi Pencegahan Terorisme di Tarakan
Sosialisasi Pencegahan Terorisme di Tarakan

FKPT Kaltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Terorisme di Tarakan

Sebagai bentuk antisipasi meluasnya kegiatan terorisme di tengah masyarakat, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar sosialisasi pencegahan terorisme dan radikalisme bertempat Ruang Kenawai Kantor Walikota Tarakan.
 
Berkembang luasnya dan maraknya pemberitaan terkait kegiatan kelompok radikal yang mengatasnamakan agama ditanggapi FKPT Kaltim untuk melaksanakan sosialisasi berbentuk diskusi yang bertema Meluruskan Makna Jihad.
 
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan, perwakilan Imam Masjid serta perwakilan guru Agama tingkat SMP, SMA dan SMK di Kota Tarakan.
 
“Sosialisasi seharusnya dibuka secara resmi oleh Bapak Walikota, ternyata Bapak Wali sedang banyak kegiatan, jadinya Saya yang mewakili”, ujar Sekda Kota Tarakan H. Khairul membuka sambutannya.
 
Sekda Kota Tarakan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada FKPT Kaltim yang bersedia melaksanakan kegiatan di Kota Tarakan yang notabene sudah terpisah dari Provinsi Kaltim. “Mewakili Pemerintah Kota saya berterima kasih kepada “Kakak Tua” Provinsi Kaltara (Provinsi Kaltim, red) yang masih menunjukka perhatiannya kepada Provinsi Kaltara”, sambungnya.
 
Pelaksanaan sosialisasi oleh FKPT Kaltim di Kota Tarakan merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan. Sekertaris FKPT Kaltim H. Achmad Jubaidi, S.Sos, M.Si mengatakan. “Kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan oleh DKPT Kaltim dan semoga kegiatan ini menjadi cikal bakal terbentuknya FKPT Kaltara”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua FKPT Kaltim DR. H. Hasyim Miradjie, M.Si bersama pengurus FKPT Kaltim.
 
Ketua FKPT Kaltim DR. H. Hasyim Miradjie, M.Si selaku narasumber menyampaikan bahwa untuk mempertahankan NKRI dari rongrongan dari luar warga negara perlu memiliki wawasan kebangsaan. “wawasan kebangsaan merupakan tekad untuk hidup dalam negara yang sama tanpa melihat perbedaan suku, bahasa, agama dan ras. Bahkan, kehancuran negara kuat seperti Uni Soviet dan Yugoslavia disebabkan atas kegagalan mengkristalkan wawasan kebangsaan kepada masyarakatnya”, ucap Pria berumur 61 tahun tersebut.
 
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dirangkai dalam bentuk diskusi berlangsung aktif. Kegiatan tersebut juga membagikan buku kepada peserta diskusi yang hadir. (IM)

Tentang fkptkaltim